Kalangan sosialita di Indonesia sepertinya
sudah banyak ditemukan,negara Indonesia yang notabene hanyalah negara
berkembang di wilayah Asia Tenggara. Jadi seorang sosialita adalah
seseorang yang memiliki karakter kuat untuk menggerakkan masyarakat,
membagi sesuatu yang lebih kepada orang lain untuk menghasilkan sesuatu
yang lebih. Sosialita adalah kalangan yang memang berasal dari keluarga
kaya atau seseorang yang berpengaruh dan punya kemampuan. Mereka mampu
menarik masyarakat menjadi sesuatu hal yang positif. Jadi, ada sosok
pribadi yang menonjol dalam diri sosialita, bukan berkelompok seperti
kebanyakan sosialita di Indonesia.

Sosok sosialita seharusnya memiliki
sesuatu yang dibanggakan dan mempunyai penghargaan atas dirinya, nilai
kemanusiaan dan kejujuran, dan bukan sesuatu yang semu. Sosialita harus
memiliki kepercayaan diri, menggali dan mempelajari kelebihan diri dan
tidak menggunakan topeng di balik sesuatu yang palsu dan semu.
Sosialita, terutama perempuan, harus menjadi inspirasi, memiliki
kekuatan dan karakter yang membanggakan, serta berkontribusi terhadap
masyarakatnya. Perempuan kalangan atas seharusnya tidak dilihat dan
menonjol karena menjadi istri tokoh ternama. Sosialita juga merupakan
suatu jejaring sosial yang sangat ekslusif yang tak bisa dimasuki oleh
sembarang orang, meskipun dia seorang pejabat negara, selebritas,
pengusaha apalagi rakyat biasa. Penampilan mereka di depan publik pun
biasanya sangat fashionable. Di Amerika Serikat, sosialita kali pertama
muncul sebagai akibat konsentrasi kekayaan kaum borjuis dalam rentang
1877-1893. Di Indonesia sosok sosialita dalam arti sebenarnya bisa
didapati dari diri Dewi Soekarno.
Pengertian sosialita di Indonesia sudah
salah kaprah. Mengapa bisa dibilang begitu?. Ini karena mereka
berkontribusi terhadap masyarakat secara berkelompok. Kalaupun mereka
mengadakan penggalangan dana, misalnya, mereka beramal ramai-ramai,
tidak ada sosok yang menonjol. Gaya hidup yang dijalani sebatas untuk
mendapatkan pengakuan atas kekayaannya, untuk membangun citra diri semu.
Perempuan berpenghasilan tinggi dengan gaya hidup sekelas sosialita
boleh jadi jumlahnya tidak banyak di Indonesia mereka yang terjebak
dalam kesenangan, tak mampu menunda kesenangan, dan menikmati
penderitaan sementara adalah kalangan yang fokus pada lifestyle dan
mengabaikan wealthstyle. Gaya hidup tak sesuai kemampuan kemudian
mendorong mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan menghalalkan
segala cara. Kasus Malinda Dee menjadi contoh nyata keberadaan sosialita
semacam ini di Indonesia. Mereka ingin merasakan kenyamanan yang semu.
Kalangan ini tak mampu hidup dalam ketidaknyamanan dan menjadi manusia
yang tak bertumbuh.
Kebanyakan sosialita di
Indonesia menghabiskan dana jutaan untuk perawatan tubuh dan kecantikan.
Biaya perawatan tubuh lebih tinggi dibandingkan anggaran belanja tas
yang bernilai ratusan juta per buahnya. Saat menghadiri pesta atau
peluncuran program bank yang bekerja sama dengan merek tertentu mereka
lebih banyak menghabiskan uang untuk manicure pedicure dan perawatan
lainnya. Mereka bahkan ada yang sudah tidak tahu caranya mencuci rambut
sendiri. Gaya hidup yang juga tinggi adalah, saat menghadiri pesta
mereka, harus mengenakan busana bermerek beserta aksesori dengan merek
sama dari ujung rambut ke ujung kaki. Jadi yang mengherankan yang
menonjol dari karakter sosialita di Indonesia adalah gaya hidupnya,
mereka saling menandingi dalam hal kepemilikan sejumlah barang bermerek
hingga barang mewah, termasuk kendaraan.
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Bagi Umat Islam
Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru Masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.
1. Pendapat yang Mengharamkan
Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir
Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.
Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.
Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir
Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.”
c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.
Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid’ah
Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.
Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.
Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.
2. Pendapat yang Menghalalkan
Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?
Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.
Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.
Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.
Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.
Hari Raya Umat Islam Hanya ada Dua
Dalam agama Islam, yang namanya hari raya hanya ada dua saja, yaitu hari ‘Idul Fithr dan ‘Idul Adha. Selebihnya, tidak ada pensyariatannya, sehingga sebagai muslim, tidak ada kepentingan apapun untuk merayakan datangnya tahun baru.Namun ketika harus menjawab, apakah bila ikut merayakannya akan berdosa, tentu jawabannya akan menjadi beragam. Yang jelas haramnya adalah bila mengikuti perayaan agama tertentu. Hukumnya telah disepakati haram. Artinya, seorang muslim diharamkan mengikuti ritual agama selain Islam, termasuk ikut merayakan hari tersebut.
Maka semua bentuk Natal bersama, atau apapun ritual agama lainnya, haram dilakukan oleh umat Islam. Dan larangannya bersifat mutlak, bukan sekedar mengada-ada.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 7 Maret tahun 1981/ 1 Jumadil Awwal 1401 H telah mengeluarkan fatwa haramnya natal bersama yang ditanda-tangani oleh ketuanya KH M. Syukri Ghazali. Salah satu kutipannya adalah:
- Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
- Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
- Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegitan-kegiatan Natal.
Sebagian kalangan masih bersikeras untuk mengaitkan perayaan datangnya tahun baru dengan kegiatan bangsa-bangsa non-muslim. Dan meski tidak langsung terkait dengan masalah ritual agama, tetap dianggap haram. Pasalnya, perbuatan itu merupakan tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, meski tidak terkait dengan ritual keagamaan. Mereka mengajukan dalil bahwa Rasulullah SAW melarang
tasyabbuh bil kuffar
Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menyerupa suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka. (HR Abu Daud)
Dari Abdullah bin Amr berkata bahwa orang yang mendirikan Nairuz dan Mahrajah di atas tanah orang-orang musyrik serta menyerupai mereka hingga wafat, maka di hari kiamat akan dibangkitkan bersama dengan mereka.
Tasyabbuh di sini bersaifat mutlak, baik terkait hal-hal yang bersifat ritual agama ataupun yang tidak terkait.
Namun sebagian kalangan secara tegas memberikan batasan, yaitu hanya hal-hal yang memang terkait dengan agama saja yang diharamkan buat kita untuk menyerupai. Sedangkan pada hal-hal lain yang tidak terkait dengan ritual agama, maka tidak ada larangan. Misalnya dalam perayaan tahun baru, menurut mereka umumnya orang tidak mengaitkan perayaan tahun baru dengan ritual agama. Di berbagai belahan dunia, orang-orang melakukannya bahkan diiringi dengan pesta dan lainnya.Tetapi bukan di dalam rumah ibadah, juga bukan perayaan agama.
Dengan demikian, pada dasarnya tidak salah bila bangsa itu merayakannya, meski mereka memeluk agama Islam.
Namun lepas dari dua kutub perbedaan pendapat ini, paling tidak buat kita umat Islam yang bukan orang Barat, perlu rasanya kita mengevaluasi dan berkaca diri terhadap perayaan malam tahun baru.
Pertama, biar bagaimana pun perayaan malam tahun baru tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Kalau pun dikerjakan tidak ada pahalanya, bahkan sebagian ulama mengatakannya sebagai bid’ah dan peniruan terhadap orang kafir.
Kedua, tidak ada keuntungan apapun secara moril maupun materil untuk melakukan perayaan itu. Umumnya hanya sekedar latah dan ikut-ikutan, terutama buat kita bangsa timur yang sedang mengalami degradasi pengaruh pola hidup western. Bahkan seringkali malah sekedar pesta yang membuang-buang harta secara percuma
Ketiga, bila perayaan ini selalu dikerjakan akan menjadi sebuah tradisi tersendir, dikhawatirkan pada suatu saat akan dianggap sebagai sebuah kewajiban, bahkan menjadi ritual agama. Padahal perayaan itu hanyalah budaya impor yang bukan asli budaya bangsa kita.
Keempat, karena semua pertimbangan di atas, sebaiknya sebagai muslim kita tidak perlu mentradisikan acara apapun, meski tahajud atau mabit atau sejenisnya secara massal. Kalaulah ingin mengadakan malam pembinaan atau apapun, sebaiknya hindari untuk dilakukan pada malam tahun baru, agar tidak terkesan sebagai bagian dari perayaan. Meski belum tentu menjadi haram hukumnya.
Jalan Tengah Perbedaan Pendapat
Para ulama dengan berbagai latar belakang kehidupan, tentunya punya niat baik, yaitu sebisa mungkin berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa, agar umat tidak terperosok ke jurang kemungkaran.Salah satu bentuk polemik tentang masalah perayaan itu adalah ditetapkannya hari libur atau tanggal merah di hari-hari raya agama lain. Yang jadi perdebatan, apakah bila kita meliburkan kegiatan sekolah atau kantor pada tanggal 25 Desember itu, kita sudah dianggap ikut merayakannya?
Sebagian berpendapat bahwa kalau cuma libur tidak bisa dikatakan sebagai ikut merayakan, lha wong pemerintah memang meliburkan, ya kita ikut libur saja. Tapi niat di dalam hati sama sekali tidak untuk merayakannya.
Namun yang lain menolak, kalau pada tanggal 25 Desember itu umat Islam pakai acara ikut-ikutan libur, suka tidak suka, sama saja mereka termasuk ikut merayakan hari raya agama lain. Maka sebagian madrasah dan pesantren memutuskan bahwa pada tanggal itu tidak libur. Pelajaran tetap berlangsung seperti biasa.
Sekarang begitu juga, ketika pada tanggal 1 Januari ditetapkan oleh Pemerintah sebagai hari libur nasional, muncul juga perbedaan pendapat. Bolehkah umat Islam ikut libur di tahun baru? Apakah kalau ikut libur berarti termasuk ikut merayakan hari besar agama lain?
Lalu muncul lagi alternatif, dari pada libur diisi dengan acarahura-hura, mengapa tidak diisi saja dengan kegiatan keagamaan yang bermanfaat, seperti melakukan pengajian, dzikir atau bahkan qiyamullail. Anggap saja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Dan hasilnya sudah bisa diduga dengan pasti, yaituakan ada kalangan yang menolak mentah-mentah kebolehannya. Mereka mengatakan bahwa pengajian, dzikir atau qiyamullaih di malam tahun baru adalah bid’ah yang diada-adakan, tidak ada contoh dari sunnah Rasulullah SAW.
Lebih parah lagi, ada yang bahkan lebih ektrem sampai mengatakan kalau malam tahun baru kita mengadakan pengajian, dzikir, atau qiyamullail, bukan sekedar bid’ah tetapi sudah sesat dan masuk neraka. Wah…
Jadi semua itu nanti akan kembali kepada paradigma kita dalam memandang, apakah kita akan menjadi orang yang sangat mutasyaddid, mutadhayyiq, ketat dan terlalu waspada? Ataukah kita akan menjadi mutasahil, muwassi’, longgar dan tidak terlalu meributkan?
Kedua aliran ini akan terus ada sepanjang zaman, sebagaimana dahulu di masa shahabat kita juga mengenal dua karakter ini. Yang mutasyaddid diwakili oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dan beberapa shahabat lain, sedang yang muwassa’ diwakili oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan lainnya.
Insya Allah, ada jalan tengah yang sekiranya bisa kita pertimbangkan. Misalnya, kalau dasarnya memang tidak ada budaya atau kebiasaan untuk bertahun baru dengan kegiatan semacam pengajian dan sejenisnya, sebaiknya memang tidak usah digagas sejak dari semula. Biar tidak menjadi bid’ah baru.
Akan tetapi kalau kita berada pada masyarakat yang sudah harga mati untuk merayakan tahun baru, suka tidak suka tetap harus ada kegiatan, mungkin akan lain lagi ceritanya. Tugas kita saat itu mungkin boleh saja sedikit berdiplomasi. Misalnya, tidak ada salahnya kalaukitamengusulkan agar acaranya dibuat yang positif seperti pengajian.
Dari pada kegiatannya dangdutan, begadang semalam suntuk atau konser musik, kan lebih baik kalau digelar saja dalam bentuk pengajian. Anggaplah sebagai proses menuju kepada pemahaman Islam yang lebih baik nantinya, tetapi dengan cara perlahan-lahan.
Kalau kita tidak bisa menghilangkan budaya yang sudah terlanjur mengakar dengan sekali tebang, maka setidaknya arahnya yang dibenarkan secara perlahan-lahan. Kira-kira ide dasarnya demikian.
Tetapi yang kami sebut sebagai jalan tengah ini bukan berarti harga mati. Ini cuma sebuah pandangan, yang mungkin benar dan mungkin juga tidak. Namanya saja sekedar pendapat. Tetap saja menyisakan ruang untuk berbeda pendapat. Dan mungkin suatu ketika kami koreksi ulang.
Sumber: http://www.fimadani.com/hukum-merayakan-tahun-baru-masehi-bagi-umat-islam/
Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang
mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia
dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat
masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang,
manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali
tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan
hari ulang tahun.
Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?
Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa
acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita
bagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan
dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa
syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa
atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti
mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan
keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika
demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah.
Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah
bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk
ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga
kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama,
karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)
Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,
“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]
Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.
Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.
Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]
Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.
Mengapa tidak? Jangan ragu untuk memutuskan sekolah ke luar negeri jika kesempatan ada di depan mata. Pengalaman belajar dan tinggal di luar negeri
akan memberikan banyak keuntungan dan nilai tambah dalam menghadapi
persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dunia usaha yang
semakin mengglobal.
Secara umum, keuntungan belajar di luar negeri adalah sebagai berikut :
- Kualitas pendidikan kelas dunia.
- Fasilitas belajar mengajar lengkap dan modern.
- Staf pengajar berpendidikan tinggi, komunikatif dan kebanyakan terlatih melakukan riset.
- Beragam pilihan jurusan
- Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri.
- Mata kuliahnya fokus pada jurusan.
- Lulusan diakui secara internasional.
- Memiliki teman dari berbagai negara.
- Peningkatan kemampuan Bahasa Inggris
- Lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan teratur.
- Kesempatan melakukan aktivitas relaksasi dan olahraga untuk keseimbangan hidup.
- Di beberapa negara, ada kesempatan untuk bekerja paruh waktu.
- Lebih menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan.
- Memiliki kemampuan berkomunikasi yang lebih tinggi sehingga lebih fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan dan rekan kerja baru.
- Memiliki keahlian mengelola proyek yang lebih tinggi sehingga mampu menyelesaikan proyek dalam waktu yang lebih singkat.
- Lebih siap mempergunakan teknologi tinggi dalam bekerja.
- Kualitas kepemimpinan yang lebih tinggi.
- Lebih mandiri, mampu bekerja di bawah pengawasan dan bimbingan yang minim.
- Lebih memiliki komitmen dan kompetensi tinggi.
Sekitar 26.000 manuskrip kuno Indonesia [Nusantara] saat ini berada di
Perpustakaan Universitas Leiden Belanda, kata Kepala Perpustakaan
Nasional RI Sri Sulasih.
"Jumlah manuskrip kuno Indonesia di luar negeri memang sangat banyak.
Angka 26.000 itu belum ditambah dokumen bersejarah lain yang ada di
Inggris, Malaysia, dan negara-negara lain," katanya, di Jakarta, Senin.
Sementara manuskrip kuno yang tersimpan di Perpustakaan Nasional hanya
berjumlah 10.300 atau tidak sampai setengah dari yang dimiliki
Perpustakaan Universitas Leiden.
Padahal Perpustakaan Nasional RI sendiri hanya memiliki 10.300 manuskrip
kuno. Itu artinya dokumen Indonesia di Leiden 2,5 kali lipat lebih
banyak dibanding manuskrip yang ada di negara asalnya. Sungguh
menyedihkan!
"Kami kesulitan untuk mengembalikan manuskrip-manuskrip di luar negeri
ke Indonesia karena perpustakaan di luar negeri memperoleh kertas
bersejarah tersebut dengan membeli, artinya mereka sudah berinvestasi,"
katanya.
Menurut dia, perpustakaan di Leiden hanya memberi Indonesia satu naskah
tiruan, sedangkan naskah asli tetap di simpan di negeri kincir angin
itu.
Sementara itu, Perpustakaan Nasional juga terus berusaha mengumpulkan manuskrip bersejarah yang masih tercecer di daerah-daerah.
"Kami meminta perpustakaan daerah untuk mengumpulkan catatan-catatan bersejarah, bahkan jika perlu membelinya," kata dia.
Menurut Sri, saat ini Perpustakaan Nasional RI di Salemba memiliki
sekitar 1 juta eksemplar buku, 10.300 manuskrip kuno, dan 80.000 buku
langka.
Angka tersebut masih jauh dibanding koleksi British Library di Inggris
yang memiliki 14 juta buku, 920.000 jurnal, dan tiga juta rekaman suara.
Sumber: http://hermankhan.blogspot.com/2012/05/menyedihkan-26000-manuskrip-kuno.html
Sebagai manusia kita tidak bisa menafikan bahwa kita adalah makhluk
sosial. Karena dalam hidupnya, manusia tidak terlepas dari adanya
manusia lain. Mereka saling berinteraksi, terutama dalam memenuhi hajat
hidupnya. Walaupun pada realitanya banyak terjadi perbedaan-perbedaan di
antara mereka, tetapi itu semua tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak
berinteraksi bahkan saling membenci. Karena pada hakekatnya perbedaan
itu adalah sunatullah yang harus kita sikapi dengan arif.
Apalagi
walaupun berbeda-beda, tetapi pada dasarnya semua manusia itu adalah
saudara dan mempunyai persamaan sebagai makhluk Allah. Bahkan hingga
sampai perbedaan agama, sebagai suatu perbedaan yang sangat mendasar.
Kita masih diwajiblkan untuk saling menghormati dan mengasihi. Akan
tetapi pada praktiknya justru masih banyak terjadi perdebatan. Seperti
“mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain” yang banyak di
posisikan sebagai salah satu manifestasi dari rasa hormat dan
kasih-sayang kepada umat agama lain.
Kebiasaan mengucapkan
“Selamat Natal” di Indonesia, sebagaimana di negara-negara lain
dilakukan bukan hanya oleh orang-orang Kristen, tetapi juga oleh
orang-orang non-Kristen, termasuk kaum muslim. Kita juga sering
menyaksikan ucapan selamat Natal di Negeri ini datang dari
saudara-saudara mereka yang beragama Islam.
Misalnya kita sering
menyaksikan banyak artis, pembawa acara dan penyiar yang beragama Islam
mengucapkan selamat Natal dan hari besar agama lain lewat media-media,
baik cetak dan elektronik. Atau contoh praktik mengucapkan selamat Natal
atau hari besar agama lain (non Islam) oleh Presiden, padahal kita
ketahui bahwa semua Presiden kita beragama Islam. Disinilah terjadi
banyak perdebatan mengenai hukum orang Islam yang mengucapkan “selamat
Natal” atau mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain.
Banyak
ulama berpendapat bahwa mengucapkan “selamat Natal” dilarang oleh
ajaran Islam. Di antara adanya larangan ini adalah bahwa mengucapkan
“selamat Natal” berarti membenarkan ajaran Kristen. Alasan lain adalah
bid’ah, “semua bid’ah itu sesat, dan segala kesesatan itu berada dalam
neraka”. Alasan lain yaitu menyerupai orang kafir, “barang siapa yang
serupa dengan suatu kaum, maka ia termasuk bagianya”. Sebagaimana telah
menjadi pengetahuan umum, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah
mengharamkan ucapan “selamat Natal” atau yang serupa dengan itu , dengan
alasan teologi di atas.
Akan tetapi alasan tersebut tidak begitu
saja diterima, karena ternyata banyak juga nash yang secara eksplisit
atau implisit membolehkan hal tersebut. Seperti sikap atau tindakan
seorang muslim terhadp golongan non muslim yang menerima kaum muslim,
tidak memusuhi, tidak menyakiti dan tidak membunuh. Berikut adalah
firman Allah dalam surat al Mumtahanah ayat 8-9:
i>Artiya:
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil
orang-orang yang tiada memerangi karena agama dan tidak (pula) mengusir
kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan kawanmu
orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari
negerimu serta membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa yang
menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang
dzalim.” (al-Mumtahanah: 8-9)
Dalam dua ayat di atas, Allah
membedakan antara orang-orang yang berserah diri kepada kaum muslimin
dan orang-orang yang memerangi kaum muslimin. Jadi Allah membolehkan
kepada kita untuk berkawan dan bergaul kepada orang-orang non muslim
yang tidak memusuhi Islam. Akan tetapi melarang berkawan atau bergaul
dengan dengan orang non muslim yang memusuhi Islam. Artinya kita boleh
untuk berbuat baik kepada mereka selagi mereka tidak memusuhi kita,
bahkan kita juga di haramkan untuk membunuh orang kafir semacam
itu.Adapun salah satu berbuat baik kepada mereka adalah mengucapkan
salam, atau hal lain yang serupa.
Dari analisis di atas,
berdasarkan beberapa dalil, maka tidak ada larangan bagi umat Islam,
baik atas nama pribadi maupun lembaga dalam mengucapkan hari raya Natal
atau hari besar umat agama lain dengan kata-kata atau kartu selamat yang
tidak mengandung syiar atau symbol agama mereka yang bertentangan
dengan ajaran Islam, seperti salib.
Namun, kata-kata selamat dalam
perayaan hari besar agama mereka jangan sampai mengandung unsure
pengakuan terhadap agama mereka atau ridlo terhadap mereka. Tetapi hanya
kata-kata biasa yang dikenal khalayak umum. Juga tidak ada larangan
menerima hadiah-hadiah dari mereka. Nabi sendiri pernah menerima hadiah
dari non-muslim, seperti hadiah dari Muqaiqus Agung, seorang pendeta
Mesir. Tetapi, hadiah itu bukanlah yang diharamkan agama, seperti khamer
dan daging babi.
Hal ini sarat terjadi di Indonesia. Karena
bangsa Indonesia hidup dalam plural society, yaitu masyarakat yang serba
ganda, terutama ganda dalam masalah agama. Hal inilah yang menyebabkan
praktek mengucapkan selamat Natal atau Hari raya agama lain. Akan tetapi
tidak hanya Natal, masih banyak hari raya selain Kristen, seperti hari
raya Nyepi dari agama Hindu, Waisak dari agama Budha dan peringatan dari
agama lainya. Semua itu boleh dilakukan jika dalam pelaksaanya tidak
menyalahi aturan di atas.
dikutip dari:
http://www.tribunnews.com/tribunners/2012/12/09/bagaimana-hukum-mengucapkan-selamat-natal-bagi-umat-muslim
BANYAK manfaat yang di dapat bila seorang yang
melakukan donor darah. Tak hanya menghindari dari penyakit jantung,
donor darah juga dapat mengontrol tekanan darah Anda.
Setiap donor darah, pendonor akan menyumbangkan 350 ml untuk mengisi penuh kantong darah. dari satu kantong darah tersebut, akan menolong dua sampai tiga orang.
Pasalnya, dari satu kantong darah yang disumbangkan dapat diproses
sehingga menghasilkan sel darah merah, sel pembeku darah (trombosit) dan
plasma. Sel darah merah biasanya untuk mengganti perdarahan akibat
melahirkan atau kecelakaan. Sementara sel pembeku darah (trombosit)
digunakan untuk kasus DBD. Sementara plasma untuk bahan protein albumin,
pembentuk antibodi.
selain bisa menolong orang lain yang membutuhkan yang nilainya tidak
terhingga, aktif donor darah akan tahu status kesehatan secara berkala.
Minimal empat penyakit bisa diketahui. Setiap akan donor darah, sampel
darah akan diuji dulu apakah bebas HIV, hepatitis B dan C, serta
sifilis. Belum lagi juga diukur tekanan darah serta hemoglobin. Jika dihitung dengan uang, untuk memeriksa empat penyakit itu menghabiskan dana Rp 300.000-an setiap pendonor. Selain itu untuk menyeimbangkan kadar zat besi tubuh, mengurangi
kolesterol, mengontrol tekanan darah, mendapat kesehatan psikologis
karena dapat membantu menyelematkan kehidupan orang lain.
Beberapa penjelasan mengenai manfaat mendonorkan darah:
Sebagai tes kesehatan diri untuk mendeteksi penyakit
Dapat mengurangi kolesterol
Dapat mengurangi risiko kanker
Kesehatan psikologis meningkat
disunting dari:
http://wartakota.tribunnews.com/2013/06/17/ini-keuntungan-menjadi-pendonor-darah
dan http://health.okezone.com/read/2013/06/13/486/821494/manfaat-sehat-mendonorkan-darah

Masyarakat Sukoharjo yang terdiri dari warga, pelajar, seniman dan tokoh
pejuang kemerdekaan melakukan aksi topo kungkum serta protes atas ulah
pemerintah Australia yang melakukan penyadapan terhadap pemerintahan
Indonesia, Jumat (22/11). Aksi ini juga dilakukan sebagai bentuk
keprihatinan dan meminta kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak
tegas.
Aksi dilakukan warga diwilayah kampung Joho, Sukoharjo
Kota sekitar pukul 14.00. Dengan berjalan kaki sambil membawa bendera
merah putih dan poster peserta aksi meneriakkan yel yel anti Australia.
Beberapa poster yang dibawa diantaranya bertuliskan Australia Jangan
Sok, Australia Jangan Sombong, Kami Siap Menjaga Keutuhan Sayap Garuda,
Kami Siap Menjaga Keutuhan Kedaulatan Bangsa Indonesia.
Setelah tiba di Sungai Joho para peserta aksi kemudian melakukan orasi.
“Jelas ini tindakan pelecehan Australia terhadap bangsa Indonesia.
Rakyat Indonesia terluka termasuk kami masyarakat Sukoharjo,” ujar
koordinator aksi Bimo Kokor Wijanarko.
Luka ini diakui para
peserta aksi sangat menyayat. Sebab penyadapan telekomunikasi dilakukan
pemerintah Australia langsung ke telepon seluler Presiden Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak hanya itu, Koko juga mengatakan
bahwa pemerintah Australia juga menjelekan salah satu pejabat Indonesia.
Karena itu masyarakat Sukoharjo meminta kepada pemerintah Australia
untuk meminta maaf secara langsung. Selain itu masyarakat Sukoharjo juga
berharap agar presiden SBY bisa bertindak tegas demi menjaga kehormatan
bangsa Indonesia.
Menurutnya apabila dibiarkan dan terus
berlarut, maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan terus diinjak oleh
pemerintah Australia. Wibawa bangsa yang dijunjung tinggi tidak akan
berarti dimata Australia.
“Rakyat akan terus mendukung pemerintah
demi bangsa Indonesia, dan Australia harus meminta maaf tidak hanya
kepada SBY tapi juga seluruh penduduk Indonesia,” lanjutnya.
Puas berorasi para peserta aksi kemudian masuk ke Sungai Joho. Disini
mereka melakukan topo kungkum sebagai bentuk protes kepada pemerintah
Australia. Disela aksi ini ada salah satu warga yang memainkan wayang.
Lakon yang dibawakan yakni kediktaktoran pemerintah Australia. Dalam
ceritanya, pemerintah Australia bersikap sewenang wenang dengan
melakukan penyadapan telepon milik SBY Presiden Indonesia. Aksi yang
dilakukan tanpa alasan dan tujuan jelas ini membuat rakyat Indonesia
marah dan memaksa pemerintah Australia segera meminta maaf. Diakhir
cerita, Bambang selaku dalang wayang melepas poster bendera Australia ke
sungai untuk dilarung.
Bambang salah satu peserta aksi
mewakili dari seniman mengatakan sikap dari pemerintah Australia dengan
melakukan penyadapan ini seperti cerita dalam lakon seni. Sebab tidak
ada tujuan dan alasan, mereka dengan mudah menginjak injak kedaulatan
bangsa Indonesia. “Rakyat meminta kembalikan kedaulatan bangsa Indonesia
jangan mau diinjak Australia,” tegas Bambang.
Hubungan yang semakin memanas antara Indonesia dengan Australia banyak melahirkan spekulasi diantara pengamat-pengamat mengenai alasan kuat Australia menyadap beberapa pejabat penting Indonesia.
Narator:
Sutan syahrir:
Bung Hatta:
Bung Karno:
Laksamana Maeda:
Wikana:
Darwis:
A.Subardjoe:
Pimpinan Peta:
Sukarni:
Gunseikan:
Berita Kekalahan Jepang
Walaupun peperangan di Eropa telah berakhir tetapi karena semangat juang tentara Jepang masih tinggi mengakibatkan Perang Pasifik terus berlangsug. walaupun kota-kota penting di Jepang telah mengalam serangan bom dari Sekutu tetapi keadaan ini tidak menyebabkan tentara Jepang menyerah. Karena tidak sabarannya akhirnya pada tanggal 6 dan 9 agustus 1945 Jepang dijatuhi bom atom oleh Sekutu. Dan akhirnya dalam Perang Asia Timur Raya (Perang Dai Toa) Jepang mengalami kekalahan besar. Kaisar Hiroto pun dengan terpaksa mengakui kekalahannya pada tanggal 14 Agustus 1945 .Berita tersebut lalu tersebar ke seluruh dunia dan berhasil diketahui oleh pemuda, dan pemuda yang pertama kali mengetahuinya adalah Sutan Syarir pada sore harinya.
Lalu pada sore itu juga Sutan Syahrir pergi untuk menemui Bung Hatta.
Sutan Syahrir: ”Selamat sore...”
Bung Hatta: ”Ya...selamat sore, ada keperluan apakah kiranya anda Datang kemari Bung Sutan...?”
Sutan Syahrir :”Saya hanya ingin memberitahukan bahwa saya telah mendengar berita kekalahan Jepang dari Sekutu.”
Bung Hatta:”Bagaimana anda bisa mengetahui hal itu?Bukankah sudah semuastasiun radio milik kita disegel oleh tentara Jepang?”
Sutan Syahrir :”Memang semua Radio milik kita sudah di segel.Tapi, kami mendengar berita ini dari radio gelap yang kami buat sendiri, bahkan kami selama ini mengamati jalannya perang secara sembunyi. Bagaimana pendapat anda?”
Bung Hatta:”Ini adalah berita yang sangat baik”
Sutan Syahrir :”Oh ya...bagaimana kalau kita memanfaatkan kesempatan ini untuk memproklamasikan kemerdekaan. Dan saya ada bagaimana kalau pernyataan kemerdekaan tidak dilakukan oleh PPKI. ”
Bung Hatta :”Memangnya kenapa?”
Sutan Syahrir :”Karena saya khawatir bahwa kemerdekaan ini dicap Sekutu buatan Jepang.”
Bung Hatta :”Tapi saya tidak bisa memutuskannya sendiri bagaimana jika sekarangmenemui Bung Karno?”
Sutan Syahrir :”Baiklah kalau begitu.”
Akhirnya mereka menemui Bung Karno yang saat itu menjabat sebagai ketua PPKI.
Bung Hatta:”Permisi, selamat sore...”
Bung Karno:”Ya, selamat sore ada perlu apa ya?”
Bung Hatta:”Apakah Bung sudah tahu tentang berita kekalahan Jepang?”
Bung Karno:”Ya...tapi saya belum yakin sepenuhnya tentang berita tersebut.”
Sutan Syahrir:”Bung apakah kita bisa memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan PPKI?”
Bung Karno:”Saya rasa tidak mungkin.Dan saya pun tidak bisa Memutuskanyasendiri.”
Pada hari berikutnya Bung Karno dan Bung Hatta didampingi oleh Ahmad Soebardjo pergi ke kantor pemerintah Jepang (Gunseikanbu) untuk mencari Informasi. Usaha itu gagal karena semua pejabat dipanggil ke Markas Besar angkatan perang(Gunsereibu),kemudian mereka bertiga pergi ke rumah Laksamana Maeda yaitu kepala perwakilan angkatan laut Jepang di Jakarta.
Bung Hatta :”Permisi tuan apakah benar Jepang sudah sudah kalah dan menyera h kepada Sekutu?”
Laksamana Maeda:”Saya bisa mengakui berita tersebut apabila sudah ada perintah dari Tokyo.”
Sejak pertemuan itu, Bung Ka rno dan Bung Hatta yakin bahwa Jepang telah menyerah. Bung Hatta mengusulkan agar PPKI bersidang tanggal 16-23 Agustus 1945 di kantor “Cuo Sangi In” di jalan Pejabon Jakarta.
Malam harinya utusan pemuda yaitu Wikana dan Darwis menemui Bung Karno di rumahnya.
Wikana & Darwis : ”Bung malam ini kita harus kobarkan revolusi. Dan bagaimana dengan proklamasi kemerdekaan kita?”
Bung Karno:”Kemerdekaan itu pasti dilakukan tapi ki ta harus menunggu karena persiapan nya hampir selasai.”
Sementara itu Bung Hatta, Ahmad Soeba rdjo & Dr.Buntaran Muatmodjo ti ba di ruamh Bung Karno
Bung Hatta :”Saya mengetahui berita tentang pengerahan tentara Jepang dan saya mengusulkan untuk supaya kita menunggu sikap Jepang terhadap kemerdekaan yang dijanjikan oleh mereka.”
Jawaban tersebut membuat para pemuda tidak puas.
Wikana :”Kita tidak ingin mengancammu Bung! Seka rang revolusi ada ditangan kami. kalau Bung tidak revolusi malam ini, baiklah. Akan tetapi para pemuda akan tidak menjaman keamanan, jika proklamasi diumumkan. Kami para pemuda akan bertindak dan menunjukan kesanggupan untuk melaksanakan kehendak itu. Pemuda akan melaksanakan revolusi dan darah akan mengalir.”
Bung Karno:”Jangan aku diancam!Jangan aku diperintah!Engkau harus mengerjakan apa yang kuinginkan!Pantang bagiku untuk dipaksa menurut kemauanmu.”
Wikana:”Ini leherku mana masamu?Engkau bleh penggal kepalaku,engkau bisamembunuhku tapi jangan dikira aku dapat dipaksa. Untuk mengadakanpertumpahan darah yang sia-sia karena hendak menjalankan sesuatu menurut kemauan. Saya akan bicarakan dulu dengan teman-teman yang lainnya.”
Saat suasana yang tegang tersebut Bung Hatta mengajak berunding keempat tokoh tersebut. Setelah berunding mereka sepakat jika para pemuda ingin memproklamasikan kemerdekaan malam itu itu juga, para pemuda dipersilahkan untuk mencari pemi mpin yang lain.
Darwis :”Baiklah kalau itu mau Bung berdua. Ka mi tidak ingin menanggung jika sesuatu besok terjadi apabila besok proklamasi belum diumumkan. Kami akan bertindak sesuai apa yang Bung-Bung kehendaki.”
Kemudian para pemuda mengadakan rapat dibelakang gedung Bakteorologi dan memutuskan untuk mengamankan Bung Karno sekeluarga & Bung Hatta ke Rengasdengklok.Karena tempat itu terpencil dan jauh dari lalu lintas utama.
Lalu pada subuh 16 Agustus Bung Karno,Ibu fatmawati,Guntur(anak Bung Karno) & Bung Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Dan hilangnya kedua pemimpin PPKI tersebut mengejutkan A.subardjo. Ka rena merasa khawatir kepada kedua pemi mpinnya ia mencari informasi.Akhirnya ia mengetahui bahwa Bung Karno_Bung Hatta bera da diluar kota yaitu di Rengasdengklok. Ia segera meminta kepadaPeminpin Peta & Pejuang Pemuda tersebut untuk mengantarnya ke rengasdengklok.
A. Soebardjo :”Bisakah anda berdua mengantarkan saya menemui Bung Karno & Bung Hatta?”
Pimpinan Peta :”Apa yang akan kami terima untuk itu?”
A.Soeba rdjo :”Saya akan menjamin proklamasi akan diumumkan besok 17 agustus 1945.”Pemuda Pejuang :”Ya...saya akan menjaminnya.”
Pimpinan Peta :”Baiklah saya akan mengantar anda.”
Pada senja 16 Agustus 1945 ia berhasil menemui Bung Karno & Bung Hatta.
Bung Karno :”Ada apa anda kesini?”
A. Soebardjo :”Bung, sekarang Jepang sudah menyerah secara resmi.”
Bung Hatta :”Mengapa demikian?”
A.Soeba rdjo :”Karena anda berdua sebagai wakil dan ketua tidak hadir dalam rapat tersebut.”
Akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke Jakarta malam itu juga. Dan malam itu juga mareka mengumpulkan anggota PPKI dan pemi mpin kelompok pemuda untuk membicarakan persiapan proklamasi. Mereka melakukan pembicaraan di kediaman Laksamana Maeda. Menjelang dini hari 3 orang Pemimpin PPKI merumuskan Teks Proklamasi di meja makan.
Bung Hatta :”Bagaimana kalau proklamasi kita buat singkat saja?”
A.Soeba rdjo :”Saya setuju dengan usulan Bug Hatta.”
Bung Karno:”Bung Ahmad apakah a nda masih ingat yang terdapat pada Piagam Jakarta,
yaitu bab Pembukaan rumusan UUD 1945?”
A.Sobardjo :”Saya masih ingat tapi tidak seluruhnya kira-kira seperti ini’Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia’.”
Bung Karno :”Baiklah diputuskan bahwa itu adalah kalimat pertamanya.”
Bung Hatta :”Menurut saya pernyataan itu tidak cukup untuk menentukan nasib sendiri, saya menganggap perlu adanya pernyataan yang menggambarkan dilaksanakannya kemerdekaan Indonesia. Bagaimana kalau kalimat kedua dari proklamasi yaitu: ‘hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll., diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”
Bung Karno :”Baiklah sudah diputuskan kalau begitu.”
Selesai menyusun, ketiga tokoh itu menuju serambi depan untuk menemuipara hadirin yang ada.saat itu waktu sudah menunjukan pukul 04.00 pagi.Lalu ia membacakan hasil rumusan teks proklamasi yang saat itu msih berupa konsep.
Bung Karno :”Apakah kalian setuju terhadap konsep rumusan ini?”
Para hadirin :”Setuju...”
Bung Karno :”Sayuti tolong ketikan teks proklamasi ini menurut naskah yang menggunakantulisan tangan saya ini.
Bung Karno :”Marilah, Saudara-saudara, naskah proklamasi ini kita tanda tangani bersama-sama.”
Bung Hatta :”Ya...seperti “Declaration of Independence” yang dimiliki oleh Amerika.”
Sukarni :”Tapi ini Indonesia Bung bkannya Amerika. Bagaimana kalau dua orang saja tapi atas nama Indonesia, yaitu Bung Karno dan Bung Hatta.”
Para hadirin :”Baiklah...usulan yang bagus. Kami semua setuju.”
Bung Hatta :”Lalu dimanakah tempat pelaksanaan proklamasi?”
Sukarni :”Bagaimana kalau di lapanga IKADA?”
Bung Karno:”Saya keberatan karena ada kemungkinan akan munculnya gangguan dari Jepang. Bagaimana kalau di halaman rumah saya pada pukul 10.00 pagi.
Para hadirin :”Setuju.”
Bung Hatta :”B.M Diah tolong perbanyak teks tersebut dan sebarkan ke seluruh Indonesia.”
Pada hari Jum’at17 Agstus 1945, rakyat berbondong-bondong menuju lapangan IKADA. Namun tak sedikit yang berbaklik menuju kediaman Bung Karno. Bendera telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, tiang bendera yang berasal dari bambu yang tumbuh dibelakang rumah Bung Karno,Mikrofon yang hanya satu-satunya. Lalu selain hadirin yang datang semalam juga telah hadir tokoh lain seperti: Dr.Bintaran Ma rto Atmodjo,KI Hajar Dewantara,Otto Iskandar Dinata, KH.Mas Mansyur dan yang lainnya pun telah hadi r.Tepat pukul 10.00 WIB, Bung Karno & Bung Hatta melaksanakan cita-cita perjuangan kemerdekaan. Dengan suara jelas, Bung Karnomembaca teks dengan didahului denga suatu pidato yaitu:
“saudara-Saudara Sekalian” Saya telah meminta saudara-saudara sekalian hadir disini untuk menyaksikan suatu peristiwa penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun!Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik dan ada turunnya, tetapi kita tetap menuju kearah cita-cita kita. Juga didalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti. Didalam jaman Jepang, tampaknya saja kit menyandarka n diri kepada mereka. Teta pi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita didalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangannya sendiri akan dapat berdi ri dengan kuatnya. Maka kami tadi malam telah mengadakan musywa rah dengan pemuda-pemuda rakyat Indonesia. Permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat bahwa sekaranglah saat datangnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebilatan tekad itu.
Dengarlah proklamasi kita:
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
(tanda tangan Soekarno)
Soekarno/Hatta
Demikianlah, saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu pun ikata n lagi yang mengikat tanah air kita.Mulai saat ini kita menyusun Negara kita. Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka kekal dan abadi. Insya Allah,Tuhan akan memberkati kemerdekaan itu.”
Setelah upacara selesai sebagian hadirin pulang, lalu sepasukan Jepang datang lalu berdialog dengan Bung Kanro.
Gunseikan : ”Kami diutus olehgunseikan untuk dating kema ri.Apakakah yang tuan lakukan Soekarno San?”
Bung Karno : ”Memproklamirkan kemerdekaan kami.”
Gunseikan : ”Tuan tidak boleh melakukannya. Perint ah dari pihak Sekutu kepada kami supaya meneruskan roda pemerintahan sampai mereka datang. Dan Gunseikan meminta disampaikan tentang larangan keras untuk menyatakan kemerdekaan.
Bung Karno : ”Tapi pernyataan itu sudah diucapkan. Saya baru saja mengucapkannya.
Gunseikan : ”Sudahkah?”
Bung Karno : ”Ya...sudah!”
Saat itu utusan Gunseikan itu marah dan ingin mena mpa r Bung Karno ,tapi ia langsung mengurungkan niatnya karena pasukan keamanan Indonesia telah siap membela.
Penyebaran berita itu pun tak dapat dibendung lagi dibawah pimpinan Adam Malik para karyawa n Kantor berita Domei mereka menyiarka n proklamasi keseluruh Indonesia, bahkan keseluruh dunia melalui siaran radio gelombang pendek.
WASHINGTON -- Umat muslim di AS terus melakukan berbagai cara guna
memperkuat identitas mereka sebagai muslim dan warga AS. Salah satunya
dengan menggarap kontes menciptakan gaya berjilbab versi Amerika yang
digelar kalangan muslimah AS.
Kontes itu diberi nama "American
Hijab Design Contes". Kontes ini diharapkan dapat menjaring desainer
Muslim berbakat dari seluruh penjuru AS.
"Timur Tengah memiliki
gaya sendiri, begitupula dengan Indonesia, India. Tapi kami belum
memilikinya," ungkap penggagas kontes tersebut, Shaz Kaiseruddin,
seperti dikutip Chicago Tribune.
Menurut
Shaz, gaya berjilbab Muslimah Amerika saat ini lebih meniru gaya Timur
Tengah. Seharusnya Muslimah memiliki gaya sendiri. "Seperti jeans, saya
berharap kontes ini menciptakan gaya berjilbab Amerika," kata dia.
Saat
ini, jumlah peserta yang mendaftar di laman americanhijabdesign.com,
mencapai 70 orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat pihak
panitia belum menutup fase pendaftaran.
Adapun proses penilainya mengacu pada tiga hal, yakni potensi menjadi tren, kreatifitas dan Amerika.
Sementara
itu, kontes jilbab ini telah mengundang kemarahan kalangan anti-Islam.
"Saya melihat jilbab sebagai jihad budaya. Itu sekaligus menjadi
pemaksaan pemberlakuan hukum syariah," kata Pamela Geller dalam blog
pribadinya.
Komentar Geller memang sudah diduga sebelumnya. Namun, komunitas Muslim tidak berkecil hati dengan komentar sinis tersebut.
"Kami tetap bersemangat untuk membuat jilbab diterima masyarakat AS," kata dia.
sumber: republika.co.id
SATU DEKADE SETELAH PERISTIWA 9/11, KEHIDUPAN UMAT ISLAM DI AS KIAN MEMBAIK. JUMLAH PEMELUK ISLAM PUN TERUS BERTAMBAH.
Serangan terhadap menara World Trade Center (WTC) dan Pentagon pada
2001 dikenal dengan Peristiwa 9/11 telah mengubah kehidupan umat Islam
di Amerika Serikat (AS). Peristiwa yang sempat membuat Muslim di negeri
Paman Sam itu hidup dalam ketakutan.
Stereotip dan stigma buruk terhadap Islam menjangkit. Sebagian Muslim
ada yang mengalami diskriminasi dan mendapat perlakukan yang tak adil.
Karena memiliki nama Muslim, seorang sopir taksi diserang hingga koma,
ujar Javid Tariq, komite eksekutif New York Taxi Workers Alliance.
Menurut data Pew Research Center, sebanyak 29 persen umat Islam di AS
harus berhadapan dengan pandangan negatif dari publik terhadap kaum
Muslim. Ada sekitar 20 persen Muslim yang mengaku mengalami
diskriminasi, prasangka, dan mendapat tindakan tak adil, tutur Gregory
Smith, peneliti pada Pew Research Center.
Kaum Muslim di AS telah menjadi korban akibat peristiwa 9/11 itu.
Padahal, ada ratusan Muslim yang juga menjadi korban dalam serangan itu,
ungkap Imam Omar Abu Namous, imam pada Islamic Center di New York.
Di balik musibah, selalu ada berkah. Pascaperistiwa 9/11 itu jumlah
pemeluk Islam justru bertambah pesat. Saat ini jumlah pemeluk Islam
diperkirakan lebih dari delapan juta jiwa, kata Dr Sayyid M Syeed, tokoh
Islamic Society of North America (ISNA), organisasi Muslim terbesar di
negeri adidaya itu.
Rasa ingin tahu publik Amerika yang tinggi terhadap Islam telah membuat
banyak warga negara itu memeluk Islam. Setiap pekan ada puluhan orang
yang mengucapkan dua kalimah syahadat di Islamic Center New York, kata
Imam Omar, ulama kelahiran Palestina.
Tokoh Muslim dan ulama di AS berupaya keras untuk mengubah persepsi
publik terhadap Islam. Peristiwa 9/11 telah menarik saya dari mimbar
kayu mohoni yang terasa hangat di masjid saya, yang hanya berjarak dua
puluh blok ke arah utara dari ground zero di kota New York, tutur Imam
Feisal Ab dul Rauf, imam Masjid al-Farah New York.
Sang imam pun tampil dalam berbagai acara untuk menjelaskan Islam
yang sebenarnya kepada publik AS. Hal serupa dilakukan Imam Yahya Hendi,
cendekiawan Muslim yang berkhidmat sebagai ustaz di Georgetown
University. Ia datang ke gereja, sinagog, kampus, dan berbagai seminar
dan konferensi untuk member informasi yang benar tentang Islam.
Satu dekade setelah Persitiwa 9/11, kehidupan umat Islam di AS kian
membaik. Kebebasan menjalankan ibadah telah dinikmati kaum Muslim. Tak
hanya itu, berdasarkan survei Pew Research Center, saat ini sebanyak 82
persen umat Islam di Amerika merasakan puas hidup di negara berpenduduk
lebih dari 300 juta jiwa itu.
Tak sekadar puas, 72 persen Muslim di AS sudah merasakan kehidupan
yang amat baik. Kini, umat Islam terutama generasi Muda sudah mulai
memiliki kesadaran untuk tak hanya menjadi tamu di AS. Mereka mulai
aktif terjun ke pentas politik dan kehidupan publik.
¡°Sekitar 99 persen, Muslim di AS bergelar doktor, master, dan
sarjana. Sangat terdidik, cetus Imam Yahya Hendi. Umat Islam, kini
berperan dalam berbagai bidang kehidupan. Mereka telah menjadi bagian
dari Amerika dan turut membangun negeri yang telah berusia 234 tahun
itu. Kini, sudah ada dua Muslim yang menjadi anggota Kongres di AS. Tak
cuma itu, ada pula Muslim yang menduduki jabatan penting di Gedung
Putih.
sumber : http://percikankehidupan.wordpress.com/2011/11/16/wajah-islam-di-amerika-serikat-republika-13-nov-2011/
Australia
Di Australia, beberapa universitas mewajibkan mahasiswa tiba di universitas seminggu sebelum tahun ajaran dimulai agar mendapatkan persetujuan studi. Hal ini juga memungkinkan mahasiswa berkesempatan mengenal kehidupan kampus tanpa tekanan tugas. Masa tersebut disebut Orientation week.
Di berbagai universitas Australia, seperti University of Melbourne, University of New South Wales, dan University of Sydney, malam terakhir biasanya dirayakan dalam bentuk acara besar, misalnya konser musik di kampus. Acara ini umumnya dilanjutkan dengan pesta, terutama di kalangan mahasiswa asrama seperti Janet Clarke Hall dan Ormond College
.
O-Week di Adelaide University berlangsung mulai hari Senin sampai Kamis menjelang dimulainya tahun ajaran. Selama O-Week, sejumlah klub olahraga dan perkumpulan mendirikan tenda untuk memamerkan aktivitas mereka. Adelaide University Union mengatur rangkaian acara yang tidak lepas dari bir, band, dan barbekyu di lapangan dekat kompleks Union. Acara besar untuk pekan ini adalah O-Ball yang berlangsung di Cloisters (Union House). O-Ball menarik ribuan orang, tidak hanya mahasiswa Adelaide University.
Australian National University mengadakan orientasi selama satu minggu penuh (dari hari Minggu sampai hari Minggu). Pesta dan aktivitas sosial terbuka bagi semua mahasiswa universitas dan diselenggarakan oleh Australian National University Students Association. Asrama-asrama biasanya mengadakan aktivitas "O-week"-nya sendiri yang dikhususkan untuk penghuni asrama. Ada juga "Toga Night" di Burgmann College yang terbuka bagi semua mahasiswa dari seluruh asrama.
Britania Raya dan Irlandia
Selain memberikan kesempatan untuk mengenal universitas, Freshers' Week memungkinkan mahasiswa mengenal perwakilan himpunan mahasiswa emreka dan mengetahui kota tempat universitasnya berdiri.
Konser musik juga sering diadakan. Ada juga serangkaian acara sosialisasi yang diadakan khusus supaya mahasiswa baru bisa saling berteman dan mengenal satu sama lain. Karena aktivitasnya begitu intens, banyak pertemanan baru tercipta, beberapa di antaranya tidak bertahan setelah Fresher's Week dan beberapa lainnya bertahan sampai seumur hidup.
Freshers' Fair untuk klub dan perkumpulan mahasiswa umumnya dijadikan aktivitas untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan di luar lingkup studi mereka, seperti perkumpulan, klub, tim olahraga, dan lain-lain. Berbagai perkumpulan dan klub di universitas mendirikan tenda dan berusaha mencari anggota baru dari kalangan mahasiswa baru. Banyak kampus memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan seks aman (safe sex) dan memberikan selebaran dan kondom gratis, serta menggelar kampanye Drinksafe. Tujuannya adalah mengurangi tingkat penyebaran penyakit seksual dan mengurangi jumlah orang mabuk yang sering muncul selama Freshers' Week berlangsung.
Finlandia
Di beberapa universitas di Finlandia, organisasi mahasiswa di setiap departemen secara independen mengadakan aktivitas orientasi untuk mahasiswa baru. Mereka biasanya dibagi per kelompok didampingi seorang tutor senior dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas bersama kelompoknya. Mahasiswa baru disebut piltti (anak), fuksi (orang baru), fetus atau nama lain tergantung programnya. Aktivitas bagi mahasiswa baru meliputi pengarahan, keliling bar, olahraga, pengukuhan dengan berenang di air mancur atau model lain, pesta sittning, dan sauna. Mahasiswa baru dianggap perlu ikut serta dalam aktivitas rutin organisasi departemennya.
Indonesia
Perpeloncoan umumnya menjadi aspek utama dalam penyambutan pelajar baru di Indonesia. Pekan orientasi di negara ini biasa disebut Ospek (singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) untuk tingkat universitas dan MOS (singkatan dari Masa Orientasi Siswa) untuk tingkat sekolah menengah. Orientasi pada umumnya melibatkan penghinaan secara verbal dan proses inisiasi (penyambutan) yang berujung pada tindakan yang memalukan. Ospek pada umumnya berlangsung selama tiga sampai lima hari dan kadang-kadang mencakup perjalanan ke daerah terpencil. Ospek diselenggarakan oleh mahasiswa senior, bukan dewan pengajar. Pekan orientasi di Indonesia berbeda ketimbang negara-negara lain karena para pelajar baru disyaratkan memakai aksesori yang tidak lazim (misalnya diminta mengenakan topi yang terbuat dari sarang burung, dasi kertas, dan membawa kantong plastik alih-alih tas punggung).
Hukuman fisik yang keras sering dijumpai pada masa pemerintahan Soeharto dan media massa terus melaporkan aktivitas yang tidak manusiawi selama pekan orientasi yang berujung pada kematian pelajar baru. Pasca era Soeharto, orientasi agak lebih toleran karena penyiksaan fisik sudah dilarang. Meski begitu, praktik ini masih dikritik oleh banyak psikolog dan masyarakat karena penghinaan verbal yang berlebihan seperti berteriak ke pelajar junior dan mengenakan aksesori yang tidak lazim masih dilakukan di tingkat SMP dan SMA. Pekan orientasi juga dikritik sebagian besar orang tua karena menghabiskan banyak biaya. Sejumlah psikolog berpendapat bahwa Ospek sering dipakai sebagai media pembalasan oleh panitia penyelenggara atas apa yang pernah mereka alami sewaktu masih berstatus pelajar baru. Karena itu banyak orang menganggap praktik semacam ini tidak perlu dilakukan. Tingkat kekerasan Ospek dan MOS bervariasi di setiap universitas dan sekolah di Indonesia.
Selandia Baru
Seperti di Australia, mahasiswa Selandia Baru diberi waktu seminggu untuk mengenal kehidupan kampus sebelum tahun ajaran dimulai. Pekan orientasi (orientation week) diisi oleh banyak acara sosial dan sering dijadikan alasan untuk pesta alkohol.
Di kota-kota universitas besar Selandia Baru seperti Dunedin dan Palmerston North (yang seperlima penduduknya adalah mahasiswa), pekan orientasi diisi oleh berbagai macam acara. Banyak band luar dan dalam negeri ternama mengadakan konser di Selandia Baru dan tur orientasi menjadi salah satu agenda top di kalender musik setiap tahunnya. University of Otago di kota Dunedin mengadakan parodi Highland Games yang disebut Lowland Games yang terdiri dari beberapa permainan seperti gulat bubur.
Menjahili mahasiswa dulu lazim dilakukan selama pekan orientasi, namun mulai ditinggalkan beberapa tahun terakhir. Sebelumnya banyak kelompok asrama yang menerapkan "pengukuhan" penghuni baru (semacam perploncoan, tetapi tidak separah persaudaraan universitas di Amerika Serikat).
Meski secara resmi ditetapkan selama satu minggu, sejumlah universitas dan politeknik Selandia Baru mengadakan orientasi selama lebih dari sepuluh hari.
Swedia
Kebanyakan universitas di Swedia memiliki tradisi nollning ("penihilan"). Tradisi ini sering dilakukan di fakultas teknik dan komunitas masyarakat pelajar Uppsala dan Lund. Karena keanggotaan himpunan mahasiswa diwajibkan di Swedia (sampai Juli 2010), nollning biasanya diadakan langsung oleh himpunan dengan bantuan pihak univeristas.
Di universitas-universitas lama, tradisi ini mulai manusiawi setelah perploncoan selama tahun-tahun sebelumnya. Saat ini banyak himpunan mahasiswa yang memiliki aturan ketat seputar minuman keras, pelecehan seksual, dan masalah lain yang lazim terjadi sebelumnya.
Di fakultas teknik, pihak penyelenggara nollning memainkan peran dengan cara teatrikal dan kadang-kadang memakai kacamata dan pakaian unik. Banyak mahasiswa senior yang menjadi mentor nollning mengenakan baju pelajarnya atau b-frack. Nollning yang lebih teratur ini berkembang di KTH dan Chalmers dan menyebar ke seluruh Swedia. Uppsala Institute of Technology di Uppsala University dan Linköping Institute of Technology di Linköping University dianggap memiliki tradisi nollning yang sangat maju dan teratur. Selain itu, Linköping juga menjadi universitas yang jumlah pemakai baju pelajarnya paling besar.
Nollning juga diselenggarakan di sejumlah gimnasium.
Pada tahun 2007, seorang perempuan berusia 16 tahun nyaris meninggal dunia saat mengikuti nollning. Ia ditemukan dengan level alkohol dalam darah sebesar 3,64 permille. Komisaris Sekolah Kotamadya Stockholm Lotta Edholm akan memindahkan para pelakunya ke sekolah lain. Tindak kejahatan yang sering terjadi saat nollning adalah penjualan alkohol, ancaman ilegal, pelecehan seksual, dan penyerangan. Menteri Sekolah Jan Björklund meminta polisi, guru, dan orang tua mengambil tindakan atas kasus ini.
Thailand
Di Thailand, aktivitas semacam ini disebut rapnong (รับน้อง) yang berarti "penyambutan mahasiswa baru". Rapnong berlangsung pada minggu atau bulan pertama tahun akademik universitas dan beberapa SMA. Tujuannya adalah memperkenalkan mahasiswa baru dengan budaya universitas. Aktivitasnya meliputi permainan, hiburan, dan rekreasi supaya mereka bisa sailng mengenal, dan mengurangi ketegangan dalam lingkungan yang terus berubah. Biasanya mahasiswa senior membawa mahasiswa baru atau lebih tua makan-makan dan mengobrol (ditraktir oleh mahasiswa yang paling senior). Perpeloncoan adalah masalah yang mengkhawatirkan dalam aktivitas ini. Banyak mahasiswa yang pernah dipermalukan, disiksa, dan direndahkan oleh mahasiswa yang lebih tua.
disunting dari Wikipedia




